Translate

Rabu, 07 November 2012


Brahmana dalam kisah wayang dan di representasikan dengan tokoh nasional
Brahmana Benggala merupakan para Brahmana yang lahir dan tumbuh serta memiliki darah keturunan suku bengali di daerah Benggala, anakbenua India. Saat penjajah Inggris meninggalkan India pada tahun 1947, anakbenua India terpecah menjadi beberapa negara, Benggala terbagi menjadi dua bagian, yaitu Benggala Barat dan Benggala Timur (kini menjadi negara Bangladesh). Para masa ini banyak terjadi perpindahan penduduk termasuk juga keluarga para brahmana yang pindah ke India, dan berlanjut dalam beberapa dekade berikutnya.Para Brahmana Bengali ini, umumnya megenyam pendidikan yang tinggi.
BRAHMANA KALA berwujud raksasa. Ia diyakini sebagai penjelmaan Bathara Wisnungkara, berwujud raksasa hitam, kerabat dekat Sanghyang Wisnu yang bertugas memberi kesejahteraan di dalam lingkungan raksasa, gandarwa dan Asura. Tugasnya sangat berat karena pada umumnya para gandarwa, raksasa dan Asura tidak mengenal ajaran kebajikan dan adat-istiadat, sehingga tindakan mereka serba penuh dengan kerusuhan. Untuk menyadarkan mereka bilamana perlu harus berani bertindak dengan kekerasan dan kekejaman.
Brahmana Kala tinggal di pertapaan Dwarawati. Ia bertugas menjaga keselamatan Dewi Shinta, putri Prabu Janaka dari negara Mantili yang merupakan penjelmaan Bathari Sri Widowati dan berusaha mempertemukannya dengan satria penjelmaan Sanghyang Wisnu. Brahmana Kala juga bertugas menyerahkan pusaka-pusaka Sanghyang Wisnu seperti panah Gowawijaya kepada Ramawijaya.
Setelah bertemu dengan Ramawijaya yang ia yakini benar sebagai satria penjelmaan Sanghyang Wisnu, yang saat itu dalam perjalanan ke Mantili untuk mengikuti sayembara memperebutkan Dewi Sinta, dan menyerahkan panah Gowawijaya kepada Ramawijaya,.Brahmana Kala minta kepada Rawamijaya uhtuk mengakhiri hidupnya sebagai jalan ia kembali ke alam kelanggengan. Ramawijaya memenuhi permintaan Brahmana Kala. Ia segara bersemadi, dan dalam waktu singkat, Brahmana Kala lenyap dari arcapada.

Seperti telah dikisahkan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Brahmna adalah salah satu tokoh wayang yang digambarkan bertubuh besar hitam dan bertugas memimpin untuk memberi kesejahteraan dilingkungan raksasa . Dalam dunia politik Indonesia, dapat kita lihat bahwa ada salah satu tokoh yang cocok direpresentasikan sebagai tokoh Brahmana. Sosok tersebut adalah Jend. TNI (Purn.Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, beliau presiden indonesia yang memimpin indonesia dan memberi kesejahteraan untuk masyarakat sama seperti Brahmana, dan beliau Susilo Bambang Yudhoyono adalah seorang pemimpin yang bertubuh besar dan memimpin dengan tegas.

Jend. TNI (Purn.Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono GCB AC (lahir di Tremas, Arjosari, PacitanJawa TimurIndonesia9 September 1949; umur 63 tahun) adalah Presiden Indonesia ke-6 yang menjabat sejak 20 Oktober 2004. Ia, bersama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, terpilih dalamPemilu Presiden 2004[1][2]. Ia berhasil melanjutkan pemerintahannya untuk periode kedua dengan kembali memenangkan Pemilu Presiden 2009, kali ini bersama Wakil Presiden Boediono. Sehingga, sejak era reformasi dimulai, Susilo Bambang Yudhoyono merupakan Presiden Indonesia pertama yang menyelesaikan masa kepresidenan selama 5 tahun dan berhasil terpilih kembali untuk periode kedua.
Yudhoyono yang dipanggil "Sus" oleh orangtuanya dan populer dengan panggilan "SBY"[3], melewatkan sebagian masa kecil dan remajanya diPacitan. Ia merupakan seorang pensiunan militer. Selama di militer ia lebih dikenal sebagai Bambang Yudhoyono. Karier militernya terhenti ketika ia diangkat Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada tahun 1999 dan tampil sebagai salah seorang pendiri Partai Demokrat. Pangkat terakhir Susilo Bambang Yudhoyono adalah Jenderal TNI sebelum pensiun pada 25 September 2000. Pada Pemilu Presiden 2004, keunggulan suaranya dari Presiden Megawati Soekarnoputri membuatnya menjadi presiden pertama yang terpilih melalui pemilihan langsung oleh rakyat Indonesia. Hal ini dimungkinkan setelah melalui amandemen UUD 1945.
Dalam kehidupan pribadinya, Ia menikah dengan Kristiani Herrawati yang merupakan anak perempuan ketiga Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo(alm), komandan RPKAD (kini Kopassus) yang turut membantu menumpas Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965.

Latar belakang dan keluarga
Ia lahir di Kabupaten PacitanJawa Timur pada 9 September 1949 dari anak pasangan Raden Soekotjo dan Siti Habibah. Dari silsilah ayahnya dapat dilacak hingga Pakubuwana serta memiliki hubungan dengan trah Hamengkubuwana II[4].
Seperti ayahnya, ia pun berkecimpung di dunia kemiliteran. Selain tinggal di kediaman keluarga di Bogor (Jawa Barat), SBY juga tinggal di Istana MerdekaJakarta. Susilo Bambang Yudhoyono menikah dengan Kristiani Herawati yang adalah anak perempuan ketiga Jenderal (Purnawirawan)Sarwo Edhi Wibowo (alm). Komandan militer Jenderal Sarwo Edhi Wibowo turut membantu menumpas PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tahun1965. Dari pernikahan mereka lahir dua anak lelaki, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (lahir 1978) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lahir 1980).
Agus adalah lulusan dari SMA Taruna Nusantara tahun 1997 dan Akademi Militer Indonesia tahun 2000. Seperti ayahnya, ia juga mendapatkan penghargaan Adhi Mekayasa dan seorang prajurit dengan pangkat Letnan Satu TNI Angkatan Darat yang bertugas di sebuah batalion infantri di Bandung, Jawa Barat. Agus menikahi Anissa Larasati Pohan, seorang aktris yang juga anak dari mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia. Sejak pertengahan 2005, Agus menjalani pendidikan untuk gelar master-nya di Strategic Studies at Institute of Defense and Strategic StudiesSingapura. Anak yang bungsu, Edhie Baskoro lulus dengan gelar ganda dalam Financial Commerce dan Electrical Commerce tahun 2005 dari Curtin University of Technology di PerthAustralia Barat.

Referensi         :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar